| Pecahin rekor dunia |
Semua rekor dunia dalam berbagai kategori tercatat dalam Guinness World Records. Edisi terbarunya mencatat lebih dari 1000 rekor baru yang sangat menakjubkan, mulai dari kehebatan tubuh manusia (wonders of the human body)
sampai fakta-fakta menarik tentang alam semesta dan perkembangan
teknologi. Bagian yang paling banyak mencatat rekor baru setiap
tahunnya adalah kategori olahraga. Pemecahan rekor yang terus
berkelanjutan di berbagai bidang olahraga ini dapat terjadi karena
semakin berkembangnya pengetahuan manusia terutama dalam bidang fisika
yang mendasari setiap aktivitas manusia.
Rekor-rekor terbaru yang berhasil masuk dalam kategori olahraga Guinness World Records berasal dari lapangan atletik, sepakbola, basket, lantai senam, meja billiard,
arena tinju, dan berbagai bentuk olahraga di udara dan air. Terdapat
pula berbagai rekor tentang berbagai kemampuan tubuh manusia yang
dianggap langka dan ajaib, misalnya dalam seni beladiri. Peter
Wetzelsperger (Jerman) mencatat rekor dunia saat ia berhasil memecahkan
64 buah kelapa menggunakan tangan kosong dalam waktu 1 menit dalam
acara Guinness – Die Show Der Rekorde pada tanggal 15 February
2002. Aksinya ini mengundang decak kagum semua yang menontonnya. Ada
berbagai pihak yang bahkan mengganggap bahwa Peter memiliki ilmu
tertentu yang memungkinkan ia memiliki kekuatan yang demikian dahsyat.
Ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah karena aksi yang mengagumkan
tersebut memang didasari oleh suatu ilmu tertentu, yaitu ilmu fisika.
Dalam seni beladiri, konsep-konsep fisika memegang peranan penting
untuk pengembangan dan penyempurnaan teknik serta peningkatan kekuatan.
Atraksi yang berhasil membawa Peter masuk dalam catatan rekor dunia
internasional ini sebenarnya merupakan demonstrasi konsep impuls,
momentum, dan tumbukan yang terdapat dalam fisika. Melalui konsep ini
dapat dijelaskan bahwa kecepatan yang tinggi dapat mempermudah pecahnya
buah kelapa yang keras tersebut saat bersentuhan dengan sisi luar
telapak tangan yang menjadi ‘pisau’. Semakin tinggi kecepatan tumbukan
yang terjadi antara tangan dan kelapa semakin besar gaya yang diberikan sehingga
kelapa semakin mudah dipecahkan. Penggunaan sisi luar telapak tangan
juga didasari konsep fisika yang menjelaskan bahwa gaya, impuls, dan
energi selalu diukur per luas permukaan yang tegak lurus sehingga
semakin kecil luas permukaan semakin besar gaya dan energi yang
terlibat. Ini sebabnya semua ahli beladiri tidak pernah menggunakan
permukaan telapak tangannya saat berusaha memecahkan benda yang keras,
tetapi justru memperkecil luas kontak untuk memperbesar gaya.
Dari
bidang sepakbola yang merupakan olahraga paling populer di dunia,
sempat tercatat suatu kejadian yang cukup menyedihkan tetapi malah
berhasil memecahkan rekor dunia sepakbola internasional. Peristiwa ini
terjadi saat digelarnya Copa América pada tahun 1999 di Paraguay dalam
pertandingan antara kesebelasan Argentina melawan Colombia. Dalam
pertandingan ini Argentina menyerah kalah dengan angka 3 – 0 bagi
Colombia. Hasil ini dapat diduga selama pertandingan berlangsung saat
Martín Palermo, salah satu pemain Argentina, tiga kali mendapatkan
hadiah tendangan penalti tetapi tidak ada satu pun yang menghasilkan
gol. Tendangan penalti pertama Palermo terhenti di tiang gawang,
sedangkan yang kedua melesat keluar ke bangku penonton, dan yang ketiga
dapat dihalau. Peristiwa ini sebenarnya dapat dihindari jika
pemain-pemain lebih menguasai konsep fisika untuk memperhatikan
pengaruh spin bola, arah dan kecepatan angin
serta besarnya sudut yang diharus diberikan pada bola yang ditembakkan
dan jangan lupa juga adalah gaya hambat (drag) antara bola dan udara. Gaya hambat dan spin sangat
besar pengaruhnya karena dapat mengubah kecepatan dan arah bola yang
semula sudah diarahkan ke titik tertentu di gawang. Martín Palermo
akhirnya tercatat dalam Guinness World Records dalam kategori jumlah terbanyak penalti yang meleset dalam suatu pertandingan sepakbola internasional (most penalties missed in a soccer international).
Dunia atletik mencatatkan berbagai rekor dunia, termasuk kategori lompat galah, lompat jauh, dan lari maraton. Stacy Dragila (USA) mencatat rekor dunia untuk lompatan (women’s pole vault)
yang mencapai 4.81 m di Palo Alto, California pada tanggal 9 Juni
2001, dengan memanfaatkan konsep kekekalan energi mekanik dan
elastisitas galah yang digunakan.
Rekor
dalam kategori lari maraton untuk wanita dipecahkan oleh Paula
Radcliffe (UK) pada tanggal 14 April 2002 di London Marathon dengan
catatan waktu 2 jam 18 menit 56 detik. Lari maraton berasal dari
legenda Yunani kuno yang mencatat perjalanan seorang kurir yang berlari
dari Marathon di Yunani menuju Athena (lebih dari 25 mil) untuk
membawa berita kemenangan pasukan Yunani atas Persia pada tahun 490 SM.
Jarak jauh yang harus ditempuh dalam lari maraton modern (lebih dari
26 mil atau 42 km) menuntut kondisi fisik dan teknik yang prima supaya
atlet tidak kehabisan energi. Menurut fisika teknik yang paling efisien
untuk lari maraton adalah penggunaan kecepatan yang konstan (tidak
berubah-ubah) karena energi yang diperlukan lebih sedikit. Jika lari
maraton dilakukan dengan kecepatan yang cepat di permulaan maka
lama-kelamaan kecepatan itu berkurang karena energi tubuh sudah terlalu
banyak terkuras, sedangkan jika lomba diawali dengan kecepatan lambat
yang terus ditingkatkan saat mendekati titik akhir, tubuh tetap
mengeluarkan energi yang jauh lebih besar dari energi yang diperlukan
saat berlari dengan kecepatan konstan.
Dunia
atletik secara mengagumkan berhasil mencatatkan prestasi langka dalam
kategori jumlah pemecahan rekor terbanyak dalam hari yang sama (most world records in one day).
Jesse Owens (USA) mencatat enam rekor baru hanya dalam waktu 45 menit
di Ann Arbor, Michigan, USA, pada tanggal 25 Mei 1935 di nomor lari 100
yard (9.4 detik) pada pukul 15:15, lompat jauh (8.13 m) pada pukul
13:25, lari 220 yard (20.3 detik) sekaligus rekor untuk lari 200 m pada
pukul 15:45, dan lari gawang 220 yard (22.6 detik) yang juga merupakan
rekor untuk lari gawang 200 m pada pukul 16:00. Prestasi atlet
berdarah Afro-Amerika ini menghasilkan empat medali emas pada Olimpiade
tahun 1936 di Berlin, Jerman, sekaligus mencatatkan sejarah yang
meresahkan bagi kaum Nazi yang masih dipimpin Adolf Hitler yang selalu
menyanjung tinggi dominasi ras kulit putih. Fisika Biomekanika yang
membahas pergerakan tubuh manusia telah membantu Jesse Owens dalam
menorehkan prestasi yang dapat mengangkat nama ras Afrika yang selalu
dipandang rendah kala itu.
Olahraga
yang dilakukan di udara juga memberi kontribusi dalam pemecahan rekor
dunia. Matt Chojnacki (USA) melakukan atraksi berputar-putar di udara (quadruple-twisting quadruple back flip) dalam loncat bebas di Winter Park Resort di Colorado, USA, pada tanggal 4 April 2001 dan tercatat dalam kategori rekor Most somersaults and twists in a freestyle aerial jump.
Atraksi ini sangat banyak melibatkan konsep fisika yang berkaitan
dengan gerakan benda dalam fluida (udara) yang sangat dipengaruhi oleh
densitas, buoyancy (daya apung), drag (gaya hambat udara), dan tekanan udara di berbagai ketinggian.
Di
atas es, Harry Egger (Austria) mencatat rekor ski tercepat (248.105
km/jam) di Les Arcs, Perancis, pada tanggal 2 Mei 1999. Gerakan di atas
es ini terjadi karena si pemain ski sengaja menciptakan gesekan dengan
melakukan berbagai gerakan zig-zag. Gesekan ini membuat atlet ski
tidak terpeleset jatuh karena licinnya es. Sedangkan gerakan berputar-putar (continuous spins)
di atas es didasari oleh konsep gerak melingkar yang menghasilkan gaya
sentripetal yang bergantung pada besarnya kecepatan sudut. Rekor dunia
(60 putaran) untuk kategori ini dipegang oleh Neil Wilson (UK) saat
beraksi di Spectrum Centre, Guildford, Surrey, UK, pada tanggal 1 Juli
1997.
Dunia otomotif mencatat nama Kenny Bernstein (USA) sebagai pembalap tercepat dalam Top Fuel Drag Race pada Oktober 2001 saat ia mencapai kecepatan 534.59 km/jam dalam mengemudikan sebuah Hadman
yang menggunakan mesin TFX 500. Prestasi ini merupakan pencapaian
teknologi canggih yang sangat membanggakan terutama dalam hal
perekayasaan mesin yang tentunya merupakan hasil rangkaian berbagai
rumus dan teori fisika mesin. Perhitungan yang dilakukan teknisi tidak
lepas pula dari konsep-konsep gesekan yang sangat besar pengaruhnya
bagi kelajuan maksimum yang bisa dicapai.
Dari
lapangan golf, tercatat pula rekor dunia untuk Jbeam Win.1 sebagai
tongkat golf paling ringan dengan dimensi yang sama dengan tongkat golf
biasa. Total massa tongkat golf buatan Japan Golf Equipment Co Ltd ini
hanya 220 gram. Berbagai konsep fisika dan nanoteknologi diaplikasikan
dalam pembuatan tongkat ringan yang khusus diberi lambang Guinness World Records
ini. Desain struktur material direkayasa sedemikian rupa dengan
nanoteknologi (teknologi yang melibatkan materi berukuran nano) yang
canggih sehingga dapat memiliki ukuran dan kekuatan yang sama tetapi
dengan massa yang sangat ringan. Di masa depan perkembangan
nanoteknologi dapat menghantar manusia pada dunia yang dikelilingi
mesin-mesin dan alat-alat berukuran besar dengan massa yang jauh lebih
ringan dari peralatan berat yang selama ini digunakan manusia (misalnya
helm untuk pelindung kepala, senjata-senjata berat, dan lain-lain).
Dunia tenis mencatatkan Rob Peterson (USA) sebagai pemain tenis yang berhasil melakukan serve terbanyak (8,017 kali) tanpa melakukan satu pun double fault selama 10 jam 7 menit di Port Aransas, Texas, pada tanggal 5 Desember 1998. Serve
yang baik dan tepat pada sasaran dapat dilakukan dengan mudah dengan
menggunakan konsep tumbukan, momentum, dan impuls saat raket menyentuh
bola tenis, sambil memperhitungkan koefisien restitusi (elastisitas
tumbukan), gesekan dengan udara, dan konsep gravitasi.
Wimbledon
Squash and Badminton Club mencatat permainan Roy Buckland (UK) yang
berhasil memukul bola squash dengan kecepatan raket 242.6 km/jam dan
menghasilkan kecepatan bola (232.7 km/jam) yang memecahkan rekor dunia
pada Januari 1988. Konsep tumbukan, momentum, dan impuls lagi-lagi
memegang peranan terbesar dalam menghasilkan rekor dunia ini. Konsep
yang sama juga diaplikasikan lagi dalam pemecahan rekor shuttlecock
tercepat (260 km/jam) yang dicatat atas nama Simon Archer (UK) saat
bermain di Warwickshire Racquets and Health Club, Coventry, Warwicks,
UK, pada tanggal 5 November 1996.
Dari
dunia olahraga air, Martin Strel (Slovenia) berenang di sepanjang
sungai Danube dan memecahkan rekor dunia saat mencapai total jarak
tempuh 3,004 km pada tanggal 25 Juni sampai 23 Agustus 2000. Rekor
untuk jarak tempuh terjauh (101.9 km) yang dapat dicapai selama 24 jam
dalam kolam berukuran 25 m dicapai oleh Anders Forvass (Swedia) di
sebuah kolam renang di Linköping, Swedia, pada tanggal 29 Oktober 1989.
Jarak yang dapat ditempuh manusia saat berenang di air sangat
bergantung pada teknik renang yang digunakan oleh perenang. Berenang
merupakan jenis olahraga yang paling tidak efisien dalam penggunaan
energi (walaupun energi yang dikeluarkan sudah sangat besar jarak
tempuh yang dapat dicapai masih tetap kecil). Hal ini disebabkan adanya
hambatan yang sangat besar yang berasal dari gaya gesek antara tubuh
dengan air dan densitas dan viskositas air yang sangat berbeda dengan
kondisi fluida lain yang biasa ditemui manusia, yaitu udara.
Hukum-hukum Newton sangat berperan dalam mencapai gerakan renang yang
paling efisien untuk mendapatkan jarak tempuh yang cukup besar. Selain
hambatan dari air, ada pula hambatan yang berasal dari udara walaupun
besarnya relatif lebih kecil dari hambatan air. Perenang yang berenang
di bawah permukaan air hanya perlu menghadapi hambatan yang dihasilkan
oleh air tetapi perenang harus mengatur teknik pernapasan yang baik
karena hanya ada satu kesempatan untuk menghirup udara. Kapasitas
paru-paru harus diperbesar supaya perenang dapat menghirup udara dalam
jumlah semaksimal mungkin sehingga dapat bertahan di bawah permukaan
air selama mungkin. Maarten Sterck (Belanda) berhasil menerapkan
konsep-konsep ini dengan baik dan mencatat rekor dunia di Valkenswaard,
Belanda saat ia berenang pada kedalaman 50 m di bawah permukaan air
selama 39.89 detik pada tanggal 11 Maret 2001.
Masih dari dunia olahraga air, Guinness World Records mencatat iring-iringan kano terbesar (largest canoe raft)
yang melintasi danau Hinckley di Hinckley, Ohio, USA, pada tanggal 19
Mei 2001. Jumlah kano yang ikut berpartisipasi dalam acara yang
diselenggarakan oleh Cleveland Metroparks ini mencapai angka 776 kano.
Dalam fisika, formasi rafting semacam ini sangat disarankan
untuk meningkatkan efisiensi energi karena masing-masing kano yang ikut
dalam iring-iringan ini mendapatkan pengurangan hambatan dalam jumlah
cukup besar karena adanya pemanfaatan vorteks yang terbentuk tepat di
belakang masing-masing peserta.
Meja billiard
atau bola sodok ikut berpartisipasi pula dalam meramaikan pemecahan
rekor dunia dengan mencatat nama Nicolaos Nikolaidis (Kanada) yang
berhasil menjadi yang tercepat (1 menit 33 detik) dalam membersihkan
semua bola di dua meja billiard pada tanggal 14 Agustus 2001 di
Bar and Billiard Unison di Québec, Kanada. Nikolaidis juga berhasil
memecahkan rekor dunia untuk keberhasilannya memasukkan bola dalam
jumlah terbanyak (16,723) selama 24 jam. Untuk permainan 15 bola, rekor
dunia dipegang oleh Dave Pearson (UK) yang hanya memerlukan 26.5 detik
untuk memasukkan semua bola saat ia bermain di Pepper’s Bar and Grill,
Windsor, Ontario, Kanada, pada tanggal 4 April 1997. Pearson juga
memegang rekor dunia untuk jumlah terbanyak (10) meja 15 bola yang
dapat ia bersihkan dalam waktu 10 menit di Las Vegas, Nevada, USA, pada
tanggal 25 Mei 1998. Konsep yang kembali digunakan dalam olahraga ini
adalah konsep tumbukan, momentum, dan impuls, yang dilengkapi dengan
pengetahuan tentang vektor untuk menentukan arah pergerakan bola.
Ring tinju mencatat pula prestasi dalam jumlah KO (knock-out)
terbanyak sepanjang karir seorang petinju yang dicapai oleh Archie
Moore (USA) dengan 145 KO. Jumlah KO terbanyak yang bisa dicapai secara
berurutan (44) mencatat nama Lamar Clark (USA) dalam pertandingan
selama tahun 1958-1960. Clark bahkan pernah menjatuhkan enam orang
lawan (6 KO) dalam satu malam yang sama (1 Desember 1958) di Bingham,
Utah, USA. Lima dari enam orang tersebut jatuh pada ronde pertama.
Strategi yang digunakan dalam olahraga ini adalah ketepatan sasaran
pukulan yang masih mengaplikasikan konsep-konsep momentum, impuls, dan
tumbukan.
Masih
ada banyak sekali penerapan konsep-konsep fisika di balik pemecahan
rekor dunia, baik dalam kategori olahraga maupun kategori-kategori
menarik lainnya. Rekor dunia akan terus berubah setiap tahunnya seiring
dengan majunya perkembangan pengetahuan fisika yang menjadi dasar
utama dalam penyempurnaan teknik dan strategi yang dapat menghasilkan
prestasi di tingkat internasional.(***) (Yohanes Surya) |
Selasa, 23 Oktober 2012
Pecahin rekor dunia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar