Jumat, 23 November 2012

jilatan raksasa Matahari

NASA berhasil abadikan jilatan raksasa Matahari

 

NASA berhasil abadikan jilatan raksasa Matahari 

 

Dari Bumi Matahari tampak begitu konsisten dan tenang menyinari dan menghangatkan planet kita. Hal itu dilakukan Matahari secara terus menerus dari hari ke hari, tahun ke tahun. Namun kenyataannya Matahari adalah sebuah bintang yang penuh gejolak seperti foto yang berhasil diambil NASA. Nampak pada foto di atas sebuah jilatan raksasa matahari.

Pada foto tersebut matahari nampak mengeluarkan coronal mass ejection (CME). CME adalah sebuah semburan material dan medan magnet yang sangat besar dari permukaan matahari. CME mirip dengan solar flare yang cukup sering terjadi namun pada skala yang jauh berbeda. CME jika mengarah ke Bumi dapat mengakibatkan hancurnya satelit yang mengorbit di atas Bumi.

CME yang berhasil di abadikan NASA, menurut informasi Mashable (04/09), terjadi pada 31 Agustus 2012. CME tersebut dapat menyembur dengan kecepatan 1448,5 Km per jam. Untungnya CME tersebut tidak mengarah ke Bumi. CME tersebut juga menyebabkan tampaknya aurora di Amerika Serikat.

benda buatan manusia terjauh dari Bumi

Voyager 1, benda buatan manusia terjauh dari Bumi

Voyager 1, benda buatan manusia terjauh dari Bumi 

 

Voyager 1 saat ini merupakan benda ciptaan manusia yang berlokasi paling jauh dari Bumi. Saat ini Voyager 1 akan segera meninggalkan tata surya tempat kita tinggal dan berlayar di lautan bintang. Jarak tersebut diraih Voyager 1 setelah berlayar selama 35 tahun sejak diluncurkan pada 1977.
Jarak Antara Voyager 1 dan Matahari saat ini mencapai 11 juta 17,7 miliar Km. Sedangkan Jarak Voyager 2 dengan matahari mencapai14,5 miliar Km. Suatu angka yang mengagumkan jika melihat keduanya hanya dibekali komputer dengan memory 68 KB. Angka yang sangat kecil karena memory iPod Nano paling kecil pun berkapasitas 8 GB. Keduanya juga hanya dibekali perekam suara pita sebanyak delapan buah.
Begitu kunonya teknologi Voyager, bahkan di pusat kendali misinya perlu diberi peringatan "Hardware penting misi Voyager. jangan sentuh". Di pusat kendali tersebut juga tidak ada lagi ilmuwan yang memantau secara langsung. Yang ada hanyalah pekerja paruh waktu yang dipekerjakan menganalisis data Voyager.

Saat diciptakan Voyager 1 memiliki misi untuk menuju Jupiter dan Saturnus, sedangkan Voyager 2 menuju Uranus dan Neptunus. Voyager merekam beberapa data saat mendekati dua planet tersebut. Namun tampaknya Voyager dapat meneruskan perjalanan hingga hampir keluar dari tata surya.

Seiring waktu beberapa sensor di Voyager dimatikan, salah satunya kamera. Namun voyager yang diperkuat energi nuklir ini masih memiliki beberapa sensor aktif. Sinar kosmik dan solar wind adalah beberapa hal yang masih dapat dipelajari oleh Voyager.

Kedua misi Voyager total membutuhkan dana USD 983 juta pada nilai uang tahun 1977. Nilai tersebut jika dikonversi menjadi USD 3,7 miliar nilai uang sekarang.

NASA memperkirakan Voyager 1 akan dapat hidup sampai energinya habis pada 2020. Hingga saat itu tiba, Voyager 1 akan terus berlayar menjelajahi lautan bintang.